Monday, April 29, 2013

Pembangkit Listrik Tenaga Tanaman



Kabar6-Inovasi dalam dunia iptek nampaknya takkan pernah berhenti. Salah satu bidang yang giat berkembang saat ini adalah pencarian energi alternatif. Maklum, dunia saat ini sedang dilanda krisis energi.

Perkembangan pembangkit listrikpun mulai diikuti dengan perbaikan pada nilai estetika. Ada pembangkit listrik tenaga keyboard, bra charger baterei, dan beberapa kreatifitas lain.Terbaru adalah pembangkit listrik tenaga tanaman.

Tenaga tanaman? bagaimana bisa.. Ya.. memang susah jika harus mengubah energi tanaman asli menjadi tenaga listrik. Tapi tanaman yang digunakan pada pembangkit ini adalah tanaman bohong-bohongan, alias tanaman palsu. 

Tanaman ini bentuknya mirip tanaman plastik yang anda miliki di rumah anda. Bedanya adalah pada daun tanaman ini terdapat solarsel atau sel surya yang berguna untuk menangkap energi dari matahari. Model pembangkit ini dikenalkan oleh National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (dari jepang) Mitsubishi Corp. dan Tokki Corp

Daun yang berfungsi sebagai pembangkit ini sendiri sangatlah lentur dan elastis karena dilapisi dengan plastik. Sekalipun bentuknya seperti daun, namun memiliki luas permukaan 9 inchi persegi yang mampu menghasilkan energi listrik. Tidak dijelaskan berapa tegangan yang dihasilkan oleh tanaman buatan ini. setidaknya, tanaman ini lebih baik daripada menggunakan bra untuk menghasilkan listrik.(bbs)



Wednesday, April 24, 2013

Kiat Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris



Anda termasuk yang membuang-buang kesempatan untuk mendaftarkan diri melanjutkan studi ke luar negeri atau promosi karier karena kemampuan bahasa asing yang terbatas? Mulailah benar-benar berubah!

Jika telah menetapkan cita-cita untuk melanjutkan studi ke luar negeri baik dengan beasiswa atau biaya sendiri, jangan berhenti hanya karena kemampuan bahasa yang minim. Pasalnya, Anda hanya tinggal belajar.

Selama ada niat, ada disiplin, dan ada doa, Anda bisa mewujudkannya. Tulisan Muhammad Janra ini bisa membantu Anda menemukan semangat dan langkah-langkah praktis meningkatkan kemampuan berbahasa asing Anda, terutama bahasa Inggris.

Melalui Indonesia Mengglobal, calon doktor bidang ekologi dan biologi evolusioner di Universitas Kansas ini juga belajar bahasa Inggris dari langkah-langkah kecil dan dia membuktikannya.

Masih ingin membuang waktu lebih lama?


Untuk melengkapi berbagai hal yang sudah dibahas di dalam website ini, saya mencoba menuliskan sebuah faktor penting dan sederhana yang mungkin dapat ikut membantu pembaca untuk menggapai cita-cita mulia untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri, yaitu dengan memperlancar bahasa Inggris.

Sebagaimana jamaknya kita ketahui, bahasa Inggris merupakan lingua franca pergaulan manusia di dunia, di samping beberapa bahasa lainnya yang juga ramai penuturnya, seperti Spanyol, Perancis, Rusia, China dan Arab. Tapi sesuai dengan ketetapan yang sudah disepakati bersama, Bahasa Inggris adalah yang nomor wahidnya di antara bahasa-bahasa persatuan di dunia tersebut. Tentunya, tidak heran kalau dalam aplikasi sekolah ke luar negeri, terutamanya ke USA, kemampuan berbahasa Inggris yang baik menjadi salah satu faktor penentu lulus atau tidaknya kita.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memberikan sedikit banyaknya gambaran bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tentunya disesuaikan dengan pengalaman dari penulis sendiri.

Dua tolak ukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang diwujudkan dalam bentuk nilai (score) dari sistem penilaian yang dinamakan dengan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS). Dulunya TOEFL lebih berorientasi untuk menilai kemampuan bahasa Inggris orang-orang yang akan melakukan aplikasi sekolah ke USA, sedangkan IELTS berkiblat kepada negara Inggris, negara-negara persemakmuran Britania Raya dan sebagian negara-negara Eropa.

Sekarang, batasan geografis penggunaan nilai kedua sistem tersebut sudah tidak berlaku lagi, karena sebagian besar universitas di USA sudah bisa menerima sistem penilaian yang berlaku di IELTS. Demikian juga dengan TOEFL, telah diterima di negara-negara yang dahulunya IELTS oriented. Tentang ini mungkin akan kita bahas lebih lanjut nantinya.

Nah, tentunya pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai bagian tes kemampuan berbahasa Inggris tersebut. Di sini saya ingin kita mengenyahkan pendapat bahwa “hanya orang Inggris yang bisa berbahasa Inggris”.

Semua orang, asal punya kemauan dan keinginan untuk berusaha, pasti akan bisa paling tidak ngomong cap-cus dalam bahasa Inggris. Kita sesuaikan saja tips-nya dengan elemen umum yang diujikan dalam kedua tes yang disinggung di atas.

1. Reading
Membaca mungkin adalah sebuah hobi yang menyenangkan bagi seseorang, pun bisa menjadi hal yang sangat membosankan bagi yang lain. Cuma, kalau anda termasuk kepada golongan kedua, yang mudah bosan dalam membaca, anda harus mempertimbangkan untuk mengubah kebiasaan ini, karena jika memang berminat untuk sekolah ke luar negeri, dimanapun itu, membaca akan menjadi kewajiban utama anda. Di samping memang menjadi kewajiban yang diterapkan oleh dosen pengajarnya, dari membaca tersebut berbagai informasi dapat diserap dan tentunya akan bisa memperkaya pengetahuan kita.

Untuk meningkatkan kemampuan baca, sekaligus tentunya Listening—karena khusus untuk reading dalam bahasa Inggris, sebaiknya disertai dengan mendengarkan apa yang kita baca—mulailah dengan menggunakan bahan-bahan bacaan yang ringan. Kalau saya dahulunya paling suka dengan komik-komik dan buku cerita berbahasa Inggris, karena biasanya bahasa dan kata-kata yang dipakai adalah yang sederhana dan mudah dipahami. 

Tentu saja kita akan bertemu dengan banyak kata-kata baru (new vocabulary), yang bisa dicari artinya di dalam kamus. Saya sendiri sampai sekarang berlangganan komik dan cerita elektronik, sehingga untuk translate vocab baru, biasanya menggunakan google translate. Atau kalau mau arti yang lebih komplit dari suatu kata, bisa menggunakan online dictionary dari Miriam Webster. 

Kenapa menggunakan komik, cerita atau bahan bacaan lain yang disenangi? Mudah saja jawabannya: karena biasanya dengan mengerjakan sesuatu yang disenanginya, pasti tidak akan mudah bosan dan lebih cepat masuk ke pikiran dan bisa gampang kembali teringat. Setelah merasa “khatam” dengan sistem ini, bisa ditingkatkan dengan membaca koran-koran berbahasa Inggris seperti The Jakarta Post, Jakarta Globe, Antara News dan lain-lain. 

Tentu saja di sini kita akan menemukan banyak vocab baru yang lebih beragam serta pola kalimat yang mungkin berbeda dari yang kita temui selama belajar bahasa Inggris. Tapi bukankah kita bisa belajar lebih banyak lagi dengan itu? Buatlah catatan di dalam notebook kecil yang bisa kita bawa kemana-mana dan bisa dilihat kembali kapanpun kita mau.

Satu cara lagi yang pernah saya aplikasikan untuk reading ini adalah dengan bekerja sebagai translator (penerjemah). Saat masih kuliah S1 dulu, saya bekerja di rental computer milik kakak saya dan salah satu bidang usahanya adalah menerima jasa terjemahan. Kebanyakan menerjemahkan ragam artikel dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Tentu saja, untuk melakukan pekerjaan ini saya harus membaca artikel tersebut sampai ke titik komanya, untuk memahami artinya dan menerjemahkannya dengan benar. 

Cara ini memberikan kesempatan untuk menambah vocab baru ke dalam memori, sekaligus juga menambah tebal dompet, karena dari pekerjaan tersebut saya juga digaji per halaman hasil terjemahannya. Salah satu kesempatan yang berlimpah adalah menerjemahkan artikel-artikel wikipedia dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang caranya bisa dilihat di halaman wikipedia ini. 

Bagi yang gak mau kerja sebagai translator pun, sebenarnya bisa dimulai membaca berbagai artikel dan jurnal berbahasa Inggris, karena dalam perkuliahan di luar negeri, membaca artikel dan jurnal adalah pekerjaan harian untuk mahasiswa. So, what are we waiting for?

2. Listening
Pekerjaan mendengarkan mungkin terasa remeh dan kurang dianggap oleh banyak orang. Tapi dalam belajar Bahasa Inggris, mendengar (listening) adalah pangkal kita memahami bahasa ini. Bisa dimulai dengan tentunya mendengarkan media audio atau audio-visual yang menggunakan bahasa Inggris. 

Kegiatan ini akan sedikit ribet, karena pada dasarnya bahasa Inggris mempunyai perbedaan yang nyata antara written dan spoken words. Misalnya huruf ‘a’ dibaca ‘e’. Huruf ‘i’ dibaca ‘ai’ dan seterusnya. Tapi ini tidak akan lama menjadi masalah begitu kita membiasakan diri mengenal bunyi kata yang diucapkan, plus disertai dengan ekspresi wajah dari orang yang mengucapkannya.

Langkah selanjutnya, setelah mendengarkan bunyi kata dan memperhatikan ekspresi wajah adalah menyimak artinya. Ini bisa dilakukan dengan melihat subtitle yang ada di setiap film berbahasa Inggris. Kita bisa melakukannya per kata, atau bahkan per kalimat. Metode ini lebih baik dilakukan jika kita memiliki file audio-visual tersebut (baca: film), karena jika ada satu vocab atau kalimat yang menarik perhatian kita, kita bisa mengulang lagi ke bagian tersebut. 

Menonton kembali secara berulang-ulang sebuah film yang kita sukai juga membantu kita dalam mengingat apa saja percakapan dan adegan yang ada di dalam film tersebut. Dan tentunya akan sangat membantu kita memperkaya kosa-kata verbal kita.

3. Speaking
Ngomong suatu bahasa yang kita sendiripun baru mengenalnya setelah dewasa, sangat-sangat susah untuk dilakukan. Tapi percayalah, walaupun berat mulut kita untuk terbuka dan mengucapkan sepatah dua patah kata “bahasa alien” tersebut, setelah sekali dua kali ngomong, pasti akan terasa lebih mudah untuk memecah kebekuan yang ada. 

Kembali sedikit ke masalah listening tadi, kita sudah menonton film yang kita sukai. Kita juga sudah melihat bagaimana aktor dan aktris kesayangan kita beradegan. Pasti dengan mudah kita bisa membayangkan kembali bagaimana mereka berdialog. Bagaimana mimik mukanya, gerak bibirnya, bahkan bahasa tubuh dan gesture-nya pasti bisa kita ingat. 

Coba tirukan di depan cermin ‘speaking’ yang kita lakukan. Ini akan sangat membantu, karena kita bisa mengamati bagaimana ekspresi kita sendiri di depan cermin. Mungkin jika melakukannya bersama-sama dengan orang lain masih ada yang malu, karena takut salah. Tapi dengan mencoba cara ini, kita bisa memperhatikan setiap detail perkataan yang kita ucapkan.

Mulailah dengan mengucapkan kata demi kata. Perhatikan bagaimana setiap kata tersebut kita ucapkan. Lakukan koreksi, jika nada dan bunyi suara yang keluar menyebabkan pronunciation (lafal) yang berbeda. Hal ini akan menyebabkan arti kata juga berbeda. Misalnya kata “flower” dan “flour” yang nyaris bersifat homofon. Kata yang pertama mempunyai penekanan huruf “r” dengung yang lebih kuat dibandingkan dengan kata kedua. Dengan memperhatikan bagaimana ekspresi pengucapan kita di depan cermin, akan membantu kita mendapatkan bentuk pengucapan yang sempurna.

Yang terakhir dari bagian ini, menurut saya, adalah keluar dari persembunyian kita dan mencari seseorang untuk kita melakukan praktek. Boleh jadi kita telah jago bicara dengan bayangan kita di cermin. Sekarang bagaimana melakukannya dalam kondisi yang riil. Yang termasuk riil di sini adalah bagaimana mengatasi rasa grogi saat berbicara dengan menggunakan bahasa baru ini. 

Banyak lembaga pendidikan bahasa asing yang mengajak peserta didiknya untuk turun ke lapangan, biasanya ke lokasi-lokasi wisata, mencari turis-turis asing dan kemudian mendorong peserta didiknya untuk berbicara dengan mereka. Saya pikir, cara yang dilakukan ini tidak akan dengan serta merta membikin para peserta didik langsung jadi jago ngomong, tapi paling tidak akan membuat mereka menghilangkan rasa dag-dig-dug ketika ngomong. 

Ingat, gak ada kok orang bule yang bakal “menerkam” kita kalo kita salah ngomong ke mereka. Mereka justru menghargai usaha kita untuk bisa bicara dalam bahasa mereka, dan kadang mereka juga turut memberikan bantuan bagaimana ngomong yang benarnya. Kalau misalnya si bule sedang tidak ingin diganggu, ucapkan terima kasih dan cari bule yang lain yang bersedia. Ready to try this part out?

4. Writing
Kalau untuk bagian ini, saya masih terlalu awam. Saya hanya pernah menulis beberapa artikel ilmiah dan tidak banyak yang bisa diberikan untuk bagian ini. Yang jelas, yang pernah saya coba lakukan dalam hal writing adalah membuat naskahnya terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia, baru kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Tentu saja jasa penerjemah elektronik seperti google translate atau Transtool bisa dipakai. 

Tetapi saya selalu menemukan kalau susunan kalimat dan bahkan kata-kata yang digunakan banyak yang rancu. Ujung-ujungnya tetap kita sendiri yang mengoreksi dan menulis ulang semuanya agar benar-benar terasa sesuai dan tepat. Mulailah menulis satu paragraf saja terlebih dahulu. 

Untuk mencapai hal tersebut, cobalah pikirkan satu kata yang mudah, yang bisa kita pakai sebagai inti kalimat. Setelah dapat katanya, coba buat satu kalimat dengan menggunakan kata tersebut. Setelah itu terus diperluas dengan menambahkan kalimat baru atau dengan meng-upgrade kata-kata yang sudah digunakan dalam kalimat pertama. Misalnya, saya terpikir kata “egg” atau telur. Bisa saja saya jadikan kata tersebut sebagai pencetus untuk kalimat “I hate egg very much”. Itu sudah satu kalimat. Bisa kemudian saya perluas kalimatnya menjadi “I hate egg very much because it causes allergic reaction and makes me feel itchy everywhere” Atau dengan menambahkan kalimat lain. “I hate egg very much. I have bad experience with egg when I was a child. I tried to make an omelet, but I cracked a rotten egg. It was stinky…. Bla bla bla…..” Mudah gak kira-kira?

Oke, itu mungkin panjang lebar cerita kita tentang bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Tentunya itu semua dilakukan sebagai supplement (pelengkap) terhadap proses belajar secara formal yang dilakukan di sekolah atau di tempat kursus. Yang jelas, bahasa Inggris itu intinya adalah praktek. Melakukannya tidak bisa hanya dengan menghafal tanpa pernah “ngomongin”. 

Secara keseluruhan, jika Anda telah menguasai bahasa ini dengan baik dan ingin mengikuti sertifikasi kemampuan berbahasa Inggris, saya menyarankan untuk mencoba IELTS, karena menurut saya system ini yang paling mudah dibandingkan dengan TOEFL (internet atau paper-based).

Selamat mencoba!!


Sumber : KOMPAS.com
Editor : 
Caroline Damanik

Monday, April 22, 2013

Biografi Tengku Amir Hamzah



Biografi Tengku Amir Hamzah




Amir Hamzah lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Utara, pada 28 Februari 1911 dan meninggal pada 20 Maret 1946 di Kuala Begumit, Binjai. Nama lengkapnya adalah Tengku Amir Hamzah Pangeran Indrapura yang kemudian disingkat menjadi Tengku Amir Hamzah. Nama Amir Hamzah diberikan oleh sang ayah karena kekagumannya kepada Hikayat Amir Hamzah .
Ayahanda Tengku Amir Hamzah bernama Tengku Muhammad Adil yang bergelar Datuk Paduka Raja. Tengku Muhammad Adil adalah Pangeran (Raja Muda dan Wakil Sultan) untuk Luhak Langkat Hulu yang berkedudukan di Binjai. Ayahanda Tengku Amir Hamzah memiliki garis kekerabatan dengan Sultan Machmud, penguasa Kesultanan Langkat yang memerintah pada tahun 1927-1941. Berdasarkan silsilah keluarga istana Kesultanan Langkat, Tengku Amir Hamzah adalah generasi ke-10 dari Sultan Langkat. Garis keturunan tersebut memperlihatkan bahwa ia adalah pewaris tahta salah satu kerajaan Melayu, yakni Kesultanan Langkat.
Amir Hamzah menghabiskan masa kecil di kampung halamannya. Oleh teman-teman sepermainannya, Amir kecil biasa dipanggil dengan julukan Tengku Busu atau "tengku yang bungsu". Said Hoesny, salah seorang karib Amir Hamzah di masa kecilnya, menggambarkan bahwa Amir Hamzah adalah anak laki-laki yang berparas "cantik". Ia bertubuh semampai, kulitnya kuning langsat, lehernya jenjang, dan perkataannya lemah-lembut. Singkat kata, Amir Hamzah di waktu kecil adalah anak manis yang menjadi favorit semua orang.
Amir Hamzah mulai mengenyam pendidikan pada umur 5 tahun dengan bersekolah di Langkatsche School di Tanjung Pura pada 1916. Sekolah ini didirikan oleh Sultan Machmud Abdul Aziz, ayahanda Sultan Machmud, pada 1906.Sebagian besar guru di sekolah Amir Hamzah adalah orang Belanda, hanya ada satu orang saja guru Indonesia.Awalnya, sekolah ini hanya berupa Sekolah Desa dengan waktu tempuh studi 3 tahun, kemudian berubah menjadi Sekolah Melayu dengan waktu tempuh studi 5 tahun, dan terakhir menjadi Lanngkatsche School dengan waktu tempuh studi 7 tahun.
Setelah tamat dari Langkatsche School, Amir Hamzah melanjutkan pendidikannya di MULO, sekolah tinggi di Medan.Setahun kemudian, Amir Hamzah pindah ke Batavia (Jakarta) untuk melanjutkan sekolah di Christelijk MULO Menjangan. Amir Hamzah lulus dari sekolah itu pada 1927. Amir Hamzah kemudian melanjutkan studinya di AMS (Aglemenee Middelbare School), sekolah lanjutan tingkat atas di Solo, Jawa Tengah. Dibutuhkan disiplin ilmu di Jurusan Sastra Timur. Di Solo, pertama Amir Hamzah tinggal di asrama, yakni di kompleks perumahan kediaman KRT Wreksodiningrat yang berlokasi di samping istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kemudian Amir Hamzah tinggal bersama keluarga RT Sutijo Hadinegoro di Nggabelen.
Amir Hamzah adalah seorang siswa yang memiliki kedisiplinan tinggi. Simak efek Achdiat K Mihardja tentang kedisplinan Amir Hamzah: "Disiplin dan ketertiban itu nampak pula dari kondisi kamarnya. Segalanya serba beres, buku-bukunya rapih tersusun di atas rak, pakaian tidak tergantung di mana saja, dan sprei tempat tidurnya pun licin tidak kerisit kisut. Persis seperti kamar seorang gadis remaja. "
Selama mengenyam pendidikan di Solo, Amir Hamzah mulai mengasah minatnya pada sastra sekaligus obsesi kepenyairannya. Pada waktu-waktu itulah Amir Hamzah mulai menulis beberapa sajak pertamanya yang kemudian terangkum dalam antologi Buah Rindu , terbit pada 1943. Ajip Rosidi memandang puisi-puisi dalam Buah Rindu adalah puisi Amir Hamzah pada masa-masa "latihan kepenyairan". Demikian pula dengan anggapan Amir Hamzah sendiri bahwa Buah Rindu hanya sebagai latihan sebelum akhirnya ia menulis sajak-sajak sebagaimana yang terangkum dalam Nyanyi Sunyi . Hal inilah yang menjadi alasan mengapa puisi-puisi dalam Buah Rindu belum menunjukkan kualitas sebagaimana yang terlihat dalam antologi Nyanyi Sunyi.
Pada waktu tinggal di Solo, Amir Hamzah juga menjalin pertemanan dengan Armijn Pane dan Achdiat K Mihardja.Ketiganya sama-sama mengenyam pendidikan di AMS Solo, bahkan mereka satu kelas di sekolah itu. Di kemudian hari, ketiga orang ini memiliki tempat tersendiri dalam ranah kesusastraan di Indonesia.
Proses kepenulisan Amir Hamzah saat di Solo merupakan proses awal yang menentukan posisi kepenyairannya. Ini adalah proses pembentukan dan pematangan dari seorang Amir Hamzah sebagai manusia. Intensitas proses Amir Hamzah sebagai menusia dan penyair kemudian berlanjut ketika ia melanjutkan pendidikannya di Batavia. Dua periode ini merupakan masa proses yang paling kompleks dan intensif dalam kehidupan Amir Hamzah.
Intensitas pergulatan Amir Hamzah dengan berbagai peristiwa kemudian tercermin ke dalam sajak-sajaknya. Bahkan, bisa jadi sajak-sajak Amir Hamzah indentik dengan jalan hidupnya. Kesan seperti ini tidak dapat dihindarkan karena sajak-sajak Amir Hamzah sepertinya secara langsung mencerminkan fakta dan peristiwa empiris dalam kehidupan, perenungan, serta pergulatan dan pencapaiannya di dunia sebagai manusia.
Setelah studinya di Solo pungkas, Amir Hamzah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan studi ke Sekolah Hakim Tinggi pada awal tahun 1934. Selama di Jakarta, kesadaran nasional di dalam jiwa Amir Hamzah kian kuat dan berpengaruh pada wataknya. Meskipun keturunan raja, ia tidak pernah memperlihatkan sikap feodal. Kesadaran nasional dan kerakyatan Amir Hamzah tercermin dari lingkungan pergaulannya, juga dari pekerjaan tambahannya sebagai pengajar di Perguruan Rakyat, lembaga pendidikan yang merupakan bagian dari Taman Siswa, di Jakarta. Bersama beberapa orang rekannya di Perguruan Rakyat, temasuk Soemanang, Soegiarti, Sutan Takdir Alisyahbana, Armijn Pane, dan lainnya, Amir Hamzah menggagas penerbitan majalah Poedjangga Baroe.
Amir Hamzah mulai menyiarkan sajak-sajak karyanya ketika masih tinggal di Solo. Di majalah Timboel yang diasuh Sanusi Pane, Amir Hamzah menerbitkan puisinya berjudul " Mabuk "dan" Sunyi "yang menandai debutnya di dunia kesusastraan Indonesia. Selain itu, sajak-sajaknya juga dipublikasikan di rubrik sastra Panji Pustaka asuhan Sutan Takdir Alisyahbana. Selain menulis sajak, Amir Hamzah juga menulis prosa dan esai tentang kesusastraan. Sajak-sajak Amir Hamzah cenderung terlihat lebih ke gaya sastra Timur.
Sejak dimuat di majalah Timboel , karya sastra Amir Hamzah terus muncul di berbagai media massa, misalnya di majalah Pudjangga Baroe, Pandji Poestaka, dan lain-lain. Nama Amir Hamzah mulai dikenal, dan lingkungan pergaulannya dengan kalangan sastrawan pun mulai berlangsung intensif. Beberapa sastrawan yang saat dengan Amir Hamzah antara lain Armijn Pane, Sanusi Pane, Sutan Takdir Alisyahbana, Muhamaad Yamin, Suman Hs, JE.Tatengkeng, HB. Jassin, dan lainnya.
Mungkin pencapaian karya sastra Amir Hamzah bukan pencapaian terbaik dari suatu kelompok yang mengkhususkan diri dalam mencari kemudian menemukan semacam Puitika yang lain sebagaimana yang terjadi di Barat. Namun, tidak dapat dihindarkan bahwa ada semacam ikatan maupun komitmen para beberapa pemrakarsa majalah Poedjangga Baroe yaitu, Armijn Pane, Sutan Takdir Alisyahbana, dan Amir Hamzah sendiri untuk memajukan bahasa Indonesia.Penerbitan majalah Poedjangga Baroe sendiri juga merupakan perwujudan komitmen hal tersebut.
Amir Hamzah mewariskan dua kelompok sajak karangannya, yaitu Buah Rindu dan Nyanyi Sunyi. Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan, banyak pengamat yang menilai bahwa Nyanyi Sunyi bukan hanya merupakan puncak pencapaian kreatif Amir Hamzah, namun juga menjadi salah satu puncak untuk kepenyairan Indonesia. Antologi puisiNyanyi Sunyi menjadi pemula untuk sajak-sajak kemudian yang membahasakan kesunyian.
Grup sajak Amir Hamzah yang lain, yaitu Buah Rindu , sebenarnya cenderung merupakan semacam catatan biografi.Meskipun buku kumpulan puisi ini terbit lebih belakangan dibanding Nyanyi Sunyi , namun proses penulisannya lebih dahulu dibanding puisi-puisi pada Nyanyi Sunyi . Sajak-sajak dalam puisi Nyanyi Sunyi adalah sajak-sajak yang sublim dengan lebih melukiskan pergulatan eksistensial sang penyair. Melalui Nyanyi Sunyi itulah kehidupan menjadi semacam ruang filosofis yang sunyi.
Para peneliti dan kritikus sastra yang menyimpulkan dua hal tentang bahasa puisi Amir Hamzah. Di satu sisi, ia seolah-olah terikat pada bahasa Melayu, namun di sisi lain Amir Hamzah juga sangat bebas ketika memasukkan beberapa kata yang berasal dari bahasa Jawa, Kawi, atau Sansekerta. Ketika membaca sajak-sajak Amir Hamzah, tak jarang pembaca akan menemukan beberapa kata yang bukan berasal dari bahasa Melayu, misalnya dewangga, dewala, sura, prawira, estu, Ningrum, padma, cendera, daksina, purwa, jampi, sekar, alas, maskumambang , dan lain sebagainya.
Amir Hamzah mewariskan 50 sajak asli , 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa , dan 1 prosa terjemahan. Total karya itu adalah 160 tulisan. Jumlah karya tersebut masih ditambah dengan Setanggi Timuryang merupakan puisi terjemahan, dan terjemahan Bhagawat Gita. Dari jumlah itu, ada juga beberapa tulisan yang tidak sempat dipublikasikan.
Revolusi sosial yang meletus pada 3 Maret 1946 menjadi akhir bagi kehidupan Amir Hamzah. Ia adalah korban yang tidak bersalah dari sebuah revolusi sosial pada waktu itu. Tim Pesindo menangkapi sekitar 21 tokoh feodal termasuk di antaranya adalah Amir Hamzah yang ditangkap pada 7 Maret 1946. Kemudian, pada dini hari tanggal 20 Maret 1946, orang-orang yang ditangkap itu dihukum mati.
(Mujibur Rohman/TAH/Bio/01/05-2011)


Referensi:
Abrar Yusra, 1996. "Amir Hamzah, Biografi Seorang Penyair", dalam Abrar Yusra [ed.], 1996. Amir Hamzah 1911-1946 Sebagai Manusia dan Sebagai Penyair . Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin.
An. Ismanto, 2010. "Karya-karya Amir Hamzah" [Online] Tersedia di: http://www.tengkuamirhamzah.com/id/works #[Diunduh 

5 Prinsip hidup kunci sukses Soeharto



Mulai dari :Aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh



1. Aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh

Pada masa kecil di bawah bimbingan ayah tirinya Atmopawiro, Soeharto mulai mengenal falsafah Jawa. Saat itu pula Soeharto mengenal ajaran tiga 'aja'. Aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh. 

Artinya kira-kira jangan kagetan, jangan heran dan jangan mentang-mentang. Hal ini diresapi betul oleh Soeharto.

"Ini kelak jadi penegak diri saya dalam menghadapi soal-soal yang bisa mengguncangkan diri saya," kata Soeharto.
Inti ajaran ini bermaksud untuk menanamkan sikap sabar, tenang, dan tidak sombong. Bila orang ingin berhasil dalam kehidupan bermasyarakat, keyakinan pada diri sendiri harus dipupuk dan dibina. Jangan sombong saat sedang diamanahi jabatan tertentu.





Sugih tanpa bandha



2. Hormat kalawan gusti, guru, ratu lan wong atuwa karo

  • Prinsip hidup 'Hormat kalawan gusti, guru, ratu lan wong atuwa karo' selalu dipegang Soeharto sepanjang hidupnya. Artinya hormat pada tuhan, guru, pemerintah dan kedua orang tua.?
  • Ratu di sini dipakai sebagai lambang pemerintahan dan negara. Hal ini mengandung pengertian bahwa manusia di negaranya tidak mengabdi pada perorangan, melainkan pada nusa dan bangsa.
  • Sedangkan wong atuwa karo artinya tidak hanya kedua orangtua kandung. Pada mertua dan saudara tua pun harus berbakti.

"Sampai jadi presiden saya merasa tidak berubah dalam hal ini. Saya junjung tinggi ajaran ini dan saya percaya akan kebenarannya," kata Soeharto.



Sa-Sa-Sa


3. Sa-Sa-Sa

Sa-sa-sa atau 'tiga sa' ini juga merupakan salah satu falsafah hidup Soeharto. Sabar Atine, Saleh Pikolahe, Sareh Tumindake. Artinya kira-kira selalu sabar, selalu saleh dan taat beragama, dan selalu bersikap bijaksana.

Soeharto belajar agama sejak kecil. Ketika tinggal di Wiryantoro bersama pamannya yang bernama Prawirodiharjo, Soeharto belajar mengaji di langgar (musala kecil) dekat rumah. Suasana rumah pamannya yang religius juga menjadi bekal kehidupan rohani Soeharto.

Soeharto juga dekat dengan ilmu kebatinan. Tapi menurutnya ilmu kebatinan berbeda dengan klenik. Ilmu kebatinan adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.?

"Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita. Ilmu kebatinan itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mendekatkan batin kita kepada-Nya. Orang kadang-kadang salah kaprah, mengira ilmu kebatinan itu ilmu klenik," kata Soeharto.



Mikul dhuwur mendhem jero



4. Mikul dhuwur mendhem jero

Mikul dhuwur mendhem jero artinya menjunjung tinggi-tinggi, membenam dalam-dalam. Peribahasa ini mengajarkan cara anak berbakti pada orang tuanya. Seorang anak harus menjaga benar-benar nama baik orang tua, serta jasa-jasanya pada negara. Harus dijaga dan jangan sampai menodainya.

Sebaliknya jika ada kesalahan orangtua, anak tak perlu mengungkit-ungkitnya. Lebih elok jika dimaafkan. Anak juga harus memperlakukan orang tua dengan baik semasa hidup dan ketika sudah meninggal.

Soeharto pun mengajarkan prinsip Mikul dhuwur mendhem jero ini pada enam anaknya.





Sugih tanpa bandha



5. Sugih tanpa bandha

Pepatah ini lengkapnya berbunyi Sugih tanpa bandha, nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji dan menang tanpa ngasorake. Artinya kaya tanpa kekayaan, menyerbu tanpa bala tentara, kuat perkasa tapi ajian, menang tanpa ada yang merasa dikalahkan.

Sugih tanpa bandha juga berarti segala perbuatan manusia didasarkan atas keikhlasan batin tanpa pamrih. Nglurug tanpa bala bisa diartikan merasa diri berharga bukan karena ditakuti, disegani melainkan karena kemampuan untuk setia pada apa yang kita yakini.

Digdaya tanpa aji, menang tanpa ngasorake berarti seseorang menjadi perkasa, menjadi pemenang, menjadi raja bukan karena punya kesaktian atau kekuatan tempur luar biasa. Tetapi memiliki kemampuan untuk memelihara ketentraman dan kedamaian hidup.